AIHere

Saham AI Anjlok, Kospi Turun 8% dan Nikkei Merosot 4,9% saat Pasar Asia Tertekan

Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan kekhawatiran soal utang di sektor AI memicu kerugian tajam di pasar-pasar Asia pada 15 Oktober 2026.

Ilustrasi dengan nuansa biru dan koral yang menampilkan grafik saham turun di samping chip memori.
Foto: ehnmark / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Aksi jual saham terkait kecerdasan buatan (AI) menyebar ke pasar global pada 15 Oktober 2026. Indeks Kospi 200 Korea Selatan, yang sebagian besar bobotnya ditopang produsen chip memori, ditutup turun 8,1% ke level terendah dalam enam bulan. Penurunan sedemikian parah hingga memicu circuit breaker yang beberapa kali menghentikan perdagangan selama sesi berlangsung.

Di antara saham dengan penurunan terdalam, SK Hynix anjlok hampir 11% dan Samsung Electronics kehilangan 9,5%. Di Tokyo, indeks Nikkei 225 turun 4,9%, terseret oleh merosotnya 11% saham produsen chip memori Kioxia dan penurunan 10% saham SoftBank, investor utama pembuat ChatGPT, OpenAI.

Data inflasi memicu kejatuhan pasar

Kerugian di Asia terjadi setelah Wall Street ditutup melemah pada 14 Oktober, ketika indeks Nasdaq Composite turun 1,9% dan S&P 500 melorot 1,1%, hari terburuknya sejak Juli. Pemicunya adalah data AS yang menunjukkan harga konsumen naik 3,7% pada September, lebih tinggi dari perkiraan dan laju tercepat sejak CPI mencapai puncak tiga tahun sebesar 4,2% pada Mei.

Data tersebut membuat investor memperkirakan Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga, dan sebagian pedagang bahkan bertaruh kenaikan bisa terjadi paling cepat akhir Oktober. Analis Deutsche Bank, Jim Reid, menegaskan bahwa biaya bahan bakar, yang terdorong dampak perang AS di Iran, bukan satu-satunya pendorong. "Ini bukan sekadar lonjakan energi yang mendorong harga naik," ujarnya, sembari menunjuk kenaikan harga di berbagai komponen keranjang konsumen.

Peringatan IMF dan pasar yang lebih luas

Kejatuhan ini terjadi tak lama setelah Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa anjloknya harga saham AI dapat mengancam stabilitas keuangan global. IMF menyebut dampak koreksi semacam itu bisa meluas ke seluruh dunia, dengan pasar Asia paling terekspos setelah AS, sementara Inggris dan zona euro mungkin relatif terlindungi, meski investor yang memegang aset AS tetap akan menanggung kerugian.

Di China, indeks CSI 300 Shanghai turun hingga 2,4% ke level terendahnya sejak Agustus 2025. Perusahaan Taiwan TSMC, perusahaan paling bernilai di Asia, melemah 2% meski baru saja mencatat laba kuartalan keenam berturut-turut. Bursa Eropa dibuka lebih rendah, dengan indeks Stoxx 600 turun 0,4% dan DAX Jerman melemah 0,53%, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 mengisyaratkan penurunan 1% di AS.

Gejolak ini memperlihatkan betapa rentannya ledakan investasi AI terhadap utang besar dan prospek pengetatan kebijakan moneter. Pemasok chip dan memori Asia yang menopang infrastruktur AI sejauh ini menanggung kerugian paling besar.

#saham AI#pasar#semikonduktor#inflasi#SK Hynix#SoftBank

Komentar

Harap bersikap sopan. Komentar diperiksa secara otomatis; spam, hinaan, dan data pribadi akan dihapus. Pertanyaan mungkin dijawab oleh AI.

Belum ada komentar. Mulai diskusi atau ajukan pertanyaan.

Terkait